Editor :
Dr. Lince Bulutoding, S.E., M.Si., Ak.
Harga : Rp 105.000
Penerbit : Chakti Pustaka Indonesia
Tanggal Terbit : 2023
Berat : 0.35 kg
ISBN :XXXX-XXXX-XXXX
Panjang : 23.0 cm
Lebar : 15.5 cm
Bahasa Indonesia
ISBN : 000-000-00000
Penulis :
Mahasiswa Prodi Akuntansi UIN Alauddin Angkatan 2019
Desain Sampul dan Tata Letak
Mutmainnah
Penerbit :
Chakti Pustaka Indonesia
Redaksi :
PT. Chakti Pustaka Indonesia
Jl Ir Sutami Ruko Villa Mutiara Indah
E-Mail : info@chaktipustaka.com
Website : www.chaktipustaka.com
Sinopsis Buku
Akuntansi syariah dalam abad 21
memiliki perkembangan yang cukup pesat baik dalam tingkat nasional maupun
internasional. Banyak pelaku ekonomi yang menghadirkan jawaban dari tantangan
tersebut dengan memunculkan banyak lini baru maupun produk berbasis prinsip
syariah. Namun sekarang kita banyak menjumpai dalam bidang pendidikan juga ikut
menghadirkan produk syariah yang artinya bukan dalam bidang keuangan saja yang
berbasis syariah. (Afni
& Jalil, 2021) Islam
juga bisa disebut sebagai agama pendidikan. Sebab, segala ajaran yang
terkandung di dalamnya akan mengantarkan manusia untuk beranjak dari kegelapan
menuju cahaya yang terang benderang. (Faradila & Fahlevi, 2022)
menjelaskan bahwa
Perspektif Islam dalam pendidikan diyakini dapat memotivasi peserta didik untuk
memiliki akhlak dan perilaku yang lebih baik .
Hal ini terlihat jelas dari Institusi
Pendidikan tinggi yang menghadirkan Fakultas atau jurusan berbasis syariah,
seperti di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) terdapat Fakultas
Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). Adapun Visi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
adalah sebagai pusat kajian, pengembangan dan transformasi ekonomi dan bisnis
berbasis peradaban islam. Pada FEBI terdapat 5 jurusan, salah satu diantaranya
jurusan Akuntansi yang tidak terlepas dari nilai-nilai keislaman, profesionalisme
dan jiwa entrepreneur dalam pendidikan dan riset akuntansi, hal tersebut
sejalan dengan latar belakang hadirnya akuntansi syariah.
Akuntansi syariah hadir sebagai jawaban dari
segala kritik dari akuntansi konvensional yang hampir digunakan oleh seluruh
dunia sekarang ini. Sistem akuntansi konvensional dinilai gagal dalam
menciptakan perekonomian yang sehat, hal ini dikarenakan sistem ini menganut
nilai-nilai konsep kapitalis dan hanya berorientasi pada laba. Irawan &
Muarifah (2020) mengatakan bahwa
saat ini kriteria penilaian kinerja hanya mengacu pada laba perusahaan yang
disajikan dalam laporan keuangan konvensional, dimana didasarkan pada proprietary theory dan entity theory yang mana hanya terfokus
pada laba. Jika proprietary theory
dan entity theory dianggap kurang
sesuai dengan tujuan yang dimiliki oleh bisnis Islam, maka yang dianggap
mewakili adalah enterprise theory karena
dalam teori ini perusahaan tidak hanya berfokus pada laba tapi juga pada pada
stakeholder, namun enterprise theory
dianggap belum dapat menampung aspek pertanggungjawaban dan ketundukan terhadap
syariah. Maka Shariah Enterprise Theory
yang dianggap lebih dapat mewakili bagaimana kinerja entitas bisnis Islam
diukur dan dilaporkan karena memiliki cakupan akuntabilitas yang lebih luas
dibandingkan dengan Enterprise Theory
(ET) dan dikembangkan berdasarkan metafora zakat yang pada dasarnya
memiliki karakter keseimbangan. (Kusnasari & Venusita, 2014) Hal
ini karena dalam Shariah Enterprise
Theory, Allah adalah sumber amanah utama. Sedangkan sumber daya yang
dimiliki oleh para stakeholders
adalah amanah dari Allah yang didalamnya melekat sebuah tanggung jawab untuk
melaksanakan tujuan dan dengan cara yang telah ditetapkan oleh Sang Maha
Pemberi Amanah.