43. Seminar Akuntansi
41

Editor :

Dr. Lince Bulutoding, S.E., M.Si., Ak.

Harga : Rp 105.000


Jumlah Halaman : 210
Penerbit : Chakti Pustaka Indonesia
Tanggal Terbit : 2023
Berat : 0.35 kg
ISBN :XXXX-XXXX-XXXX
Panjang : 23.0 cm
Lebar : 15.5 cm
Bahasa Indonesia


ISBN : 000-000-00000

Penulis :

Mahasiswa Prodi Akuntansi UIN Alauddin Angkatan 2019

Desain Sampul dan Tata Letak

Mutmainnah

Penerbit :

Chakti Pustaka Indonesia

Redaksi :

PT. Chakti Pustaka Indonesia

Jl Ir Sutami Ruko Villa Mutiara Indah

E-Mail : info@chaktipustaka.com
Website : www.chaktipustaka.com

Sinopsis Buku

Akuntansi syariah dalam abad 21 memiliki perkembangan yang cukup pesat baik dalam tingkat nasional maupun internasional. Banyak pelaku ekonomi yang menghadirkan jawaban dari tantangan tersebut dengan memunculkan banyak lini baru maupun produk berbasis prinsip syariah. Namun sekarang kita banyak menjumpai dalam bidang pendidikan juga ikut menghadirkan produk syariah yang artinya bukan dalam bidang keuangan saja yang berbasis syariah. (Afni & Jalil, 2021) Islam juga bisa disebut sebagai agama pendidikan. Sebab, segala ajaran yang terkandung di dalamnya akan mengantarkan manusia untuk beranjak dari kegelapan menuju cahaya yang terang benderang. (Faradila & Fahlevi, 2022) menjelaskan bahwa Perspektif Islam dalam pendidikan diyakini dapat memotivasi peserta didik untuk memiliki akhlak dan perilaku yang lebih baik .

Hal ini terlihat jelas dari Institusi Pendidikan tinggi yang menghadirkan Fakultas atau jurusan berbasis syariah, seperti di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) terdapat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). Adapun Visi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam adalah sebagai pusat kajian, pengembangan dan transformasi ekonomi dan bisnis berbasis peradaban islam. Pada FEBI terdapat 5 jurusan, salah satu diantaranya jurusan Akuntansi yang tidak terlepas dari nilai-nilai keislaman, profesionalisme dan jiwa entrepreneur dalam pendidikan dan riset akuntansi, hal tersebut sejalan dengan latar belakang hadirnya akuntansi syariah.

Akuntansi syariah hadir sebagai jawaban dari segala kritik dari akuntansi konvensional yang hampir digunakan oleh seluruh dunia sekarang ini. Sistem akuntansi konvensional dinilai gagal dalam menciptakan perekonomian yang sehat, hal ini dikarenakan sistem ini menganut nilai-nilai konsep kapitalis dan hanya berorientasi pada laba. Irawan & Muarifah (2020) mengatakan bahwa saat ini kriteria penilaian kinerja hanya mengacu pada laba perusahaan yang disajikan dalam laporan keuangan konvensional, dimana didasarkan pada proprietary theory dan entity theory yang mana hanya terfokus pada laba. Jika proprietary theory dan entity theory dianggap kurang sesuai dengan tujuan yang dimiliki oleh bisnis Islam, maka yang dianggap mewakili adalah enterprise theory karena dalam teori ini perusahaan tidak hanya berfokus pada laba tapi juga pada pada stakeholder, namun enterprise theory dianggap belum dapat menampung aspek pertanggungjawaban dan ketundukan terhadap syariah. Maka Shariah Enterprise Theory yang dianggap lebih dapat mewakili bagaimana kinerja entitas bisnis Islam diukur dan dilaporkan karena memiliki cakupan akuntabilitas yang lebih luas dibandingkan dengan Enterprise Theory (ET) dan dikembangkan berdasarkan metafora zakat yang pada dasarnya memiliki karakter keseimbangan. (Kusnasari & Venusita, 2014) Hal ini karena dalam Shariah Enterprise Theory, Allah adalah sumber amanah utama. Sedangkan sumber daya yang dimiliki oleh para stakeholders adalah amanah dari Allah yang didalamnya melekat sebuah tanggung jawab untuk melaksanakan tujuan dan dengan cara yang telah ditetapkan oleh Sang Maha Pemberi Amanah.