54. Metode Pembelajaran Sosiodrama Berbasis Dialog Cerita Anak
Cover_Metode Pembelajaran

Penulis :
Hasriyani
Mas'ud Muhammadiah
A. Hamsiah

Harga : Rp 55.000


Jumlah Halaman : 52
Penerbit : Chakti Pustaka Indonesia
Tanggal Terbit : 2023
Berat : 0.35 kg
ISBN :XXXX-XXXX-XXXX
Panjang : 23.0 cm
Lebar : 15.5 cm
Bahasa Indonesia


ISBN : 000-000-00000

Editor :
Andi Musfirah

Desain Sampul dan Tata Letak

Tim Chakti Pustaka Indonesia

Penerbit :

Chakti Pustaka Indonesia

Redaksi :

PT. Chakti Pustaka Indonesia

Jl Ir Sutami Ruko Villa Mutiara Indah

E-Mail : info@chaktipustaka.com
Website : www.chaktipustaka.com

Sinopsis Buku

Pendidikan memegang peranan penting dalam kemajuan bangsa, tanpa pendidikan yang baik mustahil suatu bangsa akan maju. Berhasil atau tidaknya suatu pendidikan dalam suatu negara salah satunya adalah karena guru. Guru mempunyai peranan yang sangat penting dalam perkembangan dan kemajuan anak didiknya. Dari sinilah guru dituntut untuk dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya.

Dunia pendidikan, banyak dikenal berbagai macam metode pengajaran, salah satunya metode sosiodrama dan bermain peran. Memang untuk mencapai tujuan pendidikan dengan baik guru dituntut agar menguasai metode-metode pengajaran, sehingga selain tercapainya tujuan, siswa dapat menerima, mencerna, paham dan mengerti pelajaran yang di ajarkan.

Metode sosiodrama adalah metode pembelajaran bermain peran untuk memecahkan masalah-masalah yang berkaitan dengan fenomena sosial, permasalahan yang menyangkut hubungan antara manusia seperti masalah kenakalan remaja, narkoba, gambaran keluarga yang otoriter, dan lain sebagainya. Sosiodrama digunakan untuk memberikan pemahaman dan penghayatan akan masalah-masalah sosial serta mengembangkan kemampuan siswa untuk memecahkannya.

Metode sosiodrama mampu memberikan pemahaman kepada siswa tentang kemampuan berbicara pada dialog cerita anak. Metode sosiodrama dan bermain peran dapat dijadikan alternatif untuk meningkatkan keterampilan menyimak dan berbicara, dengan metode sosiodrama siswa dapat belajar mendramatisasikan sebuah masalah sosial kemudian memerankannya di depan kelas dengan menggunakan bahasa Indonesia. Aktivitas siswa yang dapat dilakukan dalam keterampilan menyimak dan berbicara adalah dengan berinteraksi atau berkomunikasi dengan orang-orang yang ada di sekitarnya, salah satunya dengan bermain sosiodrama. Dengan sosiodrama siswa dapat berkomunikasi, menemukan pengalaman, meningkatkan pengetahuan, dan mengembangkanbahasanya sehingga keterampilan berbicara dapat meningkat.