Penulis :
Ulfirah Mutmainnah Ashary
Firman Menne
Thamrin Abduh
Harga : Rp. 45.000
Penerbit : Chakti Pustaka Indonesia
Tanggal Terbit : 2025
Berat : 0.35 kg
ISBN :XXXX-XXXX-XXXX
Panjang : 23.0 cm
Lebar : 15.5 cm
Bahasa Indonesia
ISBN : 000-000-00000
Editor :
Annisa
Andi Musfirah
Desain Sampul dan Tata Letak
Tim Chakti Pustaka Indonesia
Penerbit :
Chakti Pustaka Indonesia
Redaksi :
PT. Chakti Pustaka Indonesia
Jl Ir Sutami Ruko Villa Mutiara Indah
E-Mail : info@chaktipustaka.com
Website : www.chaktipustaka.com
Sinopsis Buku
Buku ini secara komprehensif membahas hubungan dinamis antara pertumbuhan ekonomi, pendapatan asli daerah (PAD), dan peran UMKM sebagai faktor kunci dalam meningkatkan kemandirian keuangan daerah. Dalam konteks desentralisasi dan otonomi daerah, pengelolaan keuangan yang mandiri menjadi hal yang sangat penting untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Penulis mengulas secara mendalam bagaimana pertumbuhan ekonomi di daerah secara langsung maupun tidak langsung memberikan kontribusi terhadap peningkatan PAD, yang kemudian menjadi salah satu indikator kekuatan keuangan daerah.
Selain itu, buku ini menekankan pentingnya pemberdayaan UMKM sebagai ujung tombak pertumbuhan ekonomi lokal. UMKM dianggap sebagai sektor yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mendorong aktivitas ekonomi yang berputar di tingkat lokal. Melalui pengembangan UMKM yang berkelanjutan, daerah dapat meningkatkan pendapatan asli dari pajak dan retribusi, sehingga memperkuat posisi keuangan daerah secara mandiri tanpa terlalu bergantung pada transfer pusat.
Dalam analisisnya, penulis menyajikan berbagai studi kasus dan data statistik dari berbagai daerah di Indonesia yang menunjukkan korelasi positif antara pertumbuhan ekonomi, peningkatan PAD, dan penguatan UMKM. Buku ini juga membahas tantangan yang dihadapi dalam pengembangan UMKM, seperti akses pembiayaan, regulasi yang kompleks, dan kurangnya inovasi. Selain itu, strategi dan kebijakan yang efektif untuk mengatasi hambatan tersebut juga diulas, termasuk peran pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat.
