35. Akuntansi Syariah
Akuntansi Syariah

Editor :

Dr. Lince Bulutoding, SE., M.Si., Ak.

Harga : Rp 55.000


Jumlah Halaman : 158
Penerbit : Chakti Pustaka Indonesia
Tanggal Terbit : 2023
Berat : 0.35 kg
ISBN :XXXX-XXXX-XXXX
Panjang : 23.0 cm
Lebar : 15.5 cm
Bahasa Indonesia


ISBN : 000-000-00000

Penulis :

Mahasiswa Program Studi Magister Ekonomi Syariah Pascasarjana UIN Alauddin Makassar Angkatan 2022

Desain Sampul dan Tata Letak

Mutmainnah

Penerbit :

Chakti Pustaka Indonesia

Redaksi :

PT. Chakti Pustaka Indonesia

Jl Ir Sutami Ruko Villa Mutiara Indah

E-Mail : info@chaktipustaka.com
Website : www.chaktipustaka.com

Sinopsis Buku

Akuntansi merupakan salah satu ilmu yang digunakan untuk mengelola aset dan keuangan. Dalam catatan sejarah, perkembangan akuntansi mengalami perkembangan yang sangat pesat, dimulai dari ditulisnya buku oleh Lucas Pacioli tentang pembukuan. Namun, dalam sejarah bangsa arab pembukuan keuangan telah jauh berkembang dari akuntansi barat dan tidak menutup kemungkinan bangsa arab-lah yang pertama kali menerapkan konsep akuntansi di dunia. (Maulina, 2022) Akuntansi dalam Islam bukan sebagai ilmu yang baru hal ini dapat di lihat dalam peradaban Islam yang pertama dengan berdirinya Baitul Maal yang merupakan lembaga penghimpun dana (Lembaga Keuangan) yang berfungsi sebagai kantor perbendaharaan negara serta penjaminan sosial.

Sejak masyarakat muslim telah memiliki lembaga keuangan “Baitul Maal” dan jauh sebelum Lucas Pacioli memunculkan Double Entry di Italia pada tahun 1949. Masyarakat muslim telah mengenal sistem akuntansi yang mengatur akktivitas keluar masuknya uang negara. Setelah Islam muncul dan berkembang di Arab dibawah komando Rasulullah SAW, serta dibentuknya daulah Islamiyah di Madinah, Rasulullah mulai memberikan perhatiannya membersihkan muamalah maaliah (keuangan) dari unsur-unsur riba dan dari segala bentuk kezaliman dalam bertransaksi seperti monopoli, penipuan dan pengambilan harta orang lain yang secara semena-mena.(Nurhayati dan Wasilah, 2019) Disamping tindakan yang tempuh oleh rasulullah itu, ia juga memberikan penekanan pada pencatatan keuangan dengan memberikan pendidikan khusus kepada beberapa sahabat untuk menggeluti profesi tersebut dengan memberikan sebutan hafazhatul amwal (pengawas keuangan).