37. Keberlanjutan Pengelolaan Budidaya Ikan Nila dan Ikan Gabus
35

Penulis :

Sri Mulyani
dkk.

Harga : Rp 35.000


Jumlah Halaman : 94
Penerbit : Chakti Pustaka Indonesia
Tanggal Terbit : 2023
Berat : 0.35 kg
ISBN :XXXX-XXXX-XXXX
Panjang : 23.0 cm
Lebar : 15.5 cm
Bahasa Indonesia


ISBN : 000-000-00000

Editor :

Andi Muhibuddin
Muh. Arif Nasution

Desain Sampul dan Tata Letak

Mutmainnah

Penerbit :

Chakti Pustaka Indonesia

Redaksi :

PT. Chakti Pustaka Indonesia

Jl Ir Sutami Ruko Villa Mutiara Indah

E-Mail : info@chaktipustaka.com
Website : www.chaktipustaka.com

Sinopsis Buku

Ikan gabus adalah jenis ikan asli air tawar Indonesia yang tersebar luas di Sumatera, Kalimantan, dan Jawa. Jenis ini memiliki berbagai habitat yang ditemukan di sungai, rawa, kolam, kanal, danau, dan sawah, serta daerah estuaria atau payau (Akbar, 2017; Akbar & Iriadenta, 2017; Akbar et al, 2018; Akbar & Iriadenta, 2019).  Nilai produksi ikan Gabus dari perairan umum tercatat mengalami peningkatan 86% dari sebesar Rp734 milyar pada tahun 2019. Berdasarkan data statistik, pada tahun 2018 yang tertangkap ikan gabus di perairan umum sebesar 65 ton atau turun 3,4% dibandingkan tahun 2017 yaitu sebesar 87.230 ton (Jurnal asia, 2019).  Hal tersebut dapat menjadi salah satu indikator terjadinya penurunan populasi ikan gabus di alam.

Oleh karena itu perlu dilakukan kegiatan budidaya ikan gabus untuk mencegah kepunahan ikan gabus di alam.  Di Indonesia terdapat banyak jenis family Channidae yang tersebar di pulau, Sumatera, Kalimantan dan Pulau Jawa. Adapun jenis-jenisnya yaitu ikan jalai (Channa maruliodes), Gabus (Channa striata), Sirandang (Channa phleuropthalma), Bujuk (Channa lucius), Toman (Channa micropeltes), Runtuk (Channa bankanensis). Ikan Gabus (Channa striata) yang dikenal dengan beberapa nama lokal seperti gabus, haruan, gapo, delek atau jilo adalah salah satu ikan hasil introduksi yang merupakan ikan konsumsi penting.