Penulis :
Dr. Baso Madiong, S.H., M.H.
Harga : Rp. 154.000
Penerbit : Chakti Pustaka Indonesia
Tanggal Terbit : 2023
Berat : 0.35 kg
ISBN :XXXX-XXXX-XXXX
Panjang : 23.0 cm
Lebar : 15.5 cm
Bahasa Indonesia
ISBN : 000-000-00000
Editor :
Andi Gunawan Ratu Chakti, S.E., M.Si.
Desain Sampul dan Tata Letak
Tim Chakti Pustaka Indonesia
Penerbit :
Chakti Pustaka Indonesia
Redaksi :
PT. Chakti Pustaka Indonesia
Jl Ir Sutami Ruko Villa Mutiara Indah
E-Mail : info@chaktipustaka.com
Website : www.chaktipustaka.com
Sinopsis Buku
Selama kurang lebih sepuluh ribu tahun
terakhir, luas penutupan hutan dunia telah mengalami penurunan sekitar sepertiganya dari keadaan semula,
yaitu dari 6,3 milliar hektar menjadi tinggal 4,2 milliar hektar. Padahal pada
tahun 1995 diperkirakan luas hutan dunia hanya tinggal 3,45 milliar hektar .
Menurut Allan dan Lanny luas penutupan hutan boreal relatif baik, sedangkan
luas hutan pada daerah beriklim sedang sedikit agak meningkat. Akan tetapi luas
hutan tropiks terus berkurang dengan laju petumbuhan penduduk. Diseluruh dunia
pada akhir tahun 1980-an diperkirakan sekitar 17 juta hektar/tahun. Ancaman terhadap
keberadaan hutan tropika sejak tahun 1980-an sama bersarnya dengan tekanan yang
pernah dialami oleh hutan di daerah boreal dan daerah temperate pada beberapa
abad yang lalu .
Perhatian masyarakat internasional
terhadap permasalahan hutan telah berlangsung sejak lama. Dalam artikel tentang
World Foresty Congres (WFC) yang dimuat dalam Wikipedia berbahasa Inggris
dinyatakan bahwa WFC pertama telah diadakan pada 1926 di Kota Roma, Italia. WFC
merupakan pertemuan tingkat internasional dalam bidang kehutanan yang paling
besar dan paling penting . Penyelenggaraan kongres tersebut dilaksanakan
berkat bantuan Food and Agricultural
Organization of the United Nations (FAO), meskipun sebenarnya pengorganisasiannya biasanya
diselenggarakan oleh negara yang menjadi tuan rumah (penyelenggara) kongres
tersebut. FAO merupakan salah satu organisasi resmi yang berada di bawah
naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang membidangi permasalahan pangan
dan pertanian dalam arti luas . Penyelenggara WFC dapat dipandang sebagai salah
satu bentuk perhatian masyarakat dunia dalam bidang kehutanan
Dalam perkembangan sejarah
industri tercatat bahwa akibat makin tingginya kerusakan lingkungan hidup oleh
polusi industri, maka masyarakat dunia mulai memusatkan perhatiannya terhadap
permasalahan ini, peristiwa yang dapat dianggap sebagai awal perhatian formal
masyarakat dunia terhadap permasalahn lingkungan hidup adalah
diselenggarakannya Konferensi PBB tentang lingkungan hidup manusia (The United
Nation Conference on the Human Environment) pada tanggal 5-6 Juni 1972 di kota
Stockholm, Swedia .