Penulis :
Ir. Nursahdi Saleh, S.M., S.T.
Muhammad Alwi, S.Pd., M.M.
Samsul Bahri, S.H., M.H.
Harga : Rp. 77.000
Penerbit : Chakti Pustaka Indonesia
Tanggal Terbit : 2025
Berat : 0.35 kg
ISBN :XXXX-XXXX-XXXX
Panjang : 23.0 cm
Lebar : 15.5 cm
Bahasa Indonesia
ISBN : 000-000-00000
Editor :
Andi Gunawan Ratu Chakti, S.E., M.Si.
Desain Sampul dan Tata Letak
Tim Chakti Pustaka Indonesia
Penerbit :
Chakti Pustaka Indonesia
Redaksi :
PT. Chakti Pustaka Indonesia
Jl Ir Sutami Ruko Villa Mutiara Indah
E-Mail : info@chaktipustaka.com
Website : www.chaktipustaka.com
Sinopsis Buku
Buku Digitalisasi Pertanian dan Perikanan Berbasis Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan hadir pada saat yang tepat, ketika negeri agraris-maritim seperti Indonesia membutuhkan lompatan cara kerja agar kemandirian pangan, kesejahteraan pelaku usaha, dan kelestarian alam bergerak seirama. Ia merangkum bukan hanya teknologi yang sedang naik daun, melainkan juga cara berpikir baru tentang bagaimana data, komunitas, dan kebijakan saling menguatkan di lapangan.
Struktur buku ini memandu pembaca melintasi peta besar transformasi pangan. Bab-bab awal membentangkan konsep digitalisasi, dari IoT, kecerdasan buatan, hingga analitik data, lalu menurunkannya menjadi sistem informasi pertanian cerdas, platform e‑commerce, dan rantai pasok yang lebih transparan. Di tengahnya, penulis mengaitkan tema ketahanan pangan, ekonomi sirkular, dan pemberdayaan masyarakat agar digitalisasi tidak sekadar efisien, melainkan juga adil dan manusiawi. Penutupnya merangkum model bisnis, arah kebijakan, serta rekomendasi praktis yang dapat diambil pemerintah, swasta, akademisi, dan komunitas secara bersama.
Nilai penting buku ini terletak pada jembatan yang dibangunnya antara teori dan praktik. Di satu sisi, pembaca diajak memahami ekosistem kebijakan dan program yang sudah bergerak, seperti Agriculture War Room, Blue Economy Initiative, Smart Village, hingga beragam startup agritech yang memendekkan jarak produsen dan pasar. Di sisi lain, buku ini menunjukkan alat di lapangan yang nyata dipakai pelaku, misalnya SICaPI dari BMKG dan pemetaan ZPPI di sektor perikanan yang membantu keputusan harian petani dan nelayan. Semua dirangkai dengan bahasa yang dapat diakses, tanpa mengorbankan ketelitian.
Bagian mengenai inovasi dan kreativitas lokal terasa paling segar. Di sana, kuliner dan produk turunan pangan tampil bukan hanya sebagai komoditas, tetapi sebagai cerita, identitas, dan mesin ekonomi kreatif. Penulis menampilkan contoh yang mencuri perhatian seperti “Tunjang Dinosaurus” dan “Gulai Iga Dinosaurus” untuk menunjukkan bagaimana tradisi, visual kuat, dan strategi digital dapat melejitkan nilai tambah dari bahan yang akrab di dapur menjadi ikon yang ramai diperbincangkan. Ini bukan sekadar kisah viral, melainkan studi tentang bagaimana budaya, pengalaman pelanggan, dan ekonomi kolaboratif bekerja dalam satu ekosistem digital.