Jumlah Halaman : 58 Penerbit : Chakti Pustaka Tanggal Terbit : 2022 Berat : 0.35 kg ISBN :XXXX-XXXX-XXXX Panjang : 23.0 cm Lebar : 15.5 cm Bahasa Indonesia
Kawasan perkotaan
sebagai pusat aktivitas manusia memiliki
daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang bermukim di pedesaan dan di sekitar
perkotaan tersebut, sehingga sebagian banyak orang termotivasi untuk datang dan
menetap. Dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk di kota maka akan
menimbulkan berbagai permasalahan yang multidimensi, salah satunya adalah
permasalahan lingkungan dan persampahan.
Sampah adalah limbah atau buangan yang
bersifat padat, setengah padat yang merupakan hasil sampingan dari kegiatan
perkotaan atau siklus kehidupan manusia, hewan maupun tumbuh-tumbuhan
(Kodoatie, 2013). Menurut Standar Nasional Indonesia (SNI) Nomor T-13-1990,
yang dimaksud dengan sampah adalah limbah yang bersifat padat terdiri dari zat
organik dan anorganik yang dianggap tidak berguna lagi dan harus dikelola agar
tidak membahayakan lingkungan dan melindungi investasi bangunan.
Pada
tahun 2014 jumlah produksi sampah indonesia mencapai 175.000 ton/hari atau 0,7
kg/orang sedangkan pada tahun 2019 produksi sampah di Indonesia telah menyentuh
67,1 juta ton sampah per-tahun, hal ini lantas menjadikan Indonesia sebagai
negara kedua terbesar di dunia setelah cina dalam persoalan memproduksi sampah.
Sebagian besar sampah yang dihasilkan saat ini berasal dari sampah rumah tangga
hingga kegiatan usaha, bahkan diperkirakan hanya 40 hingga 60 persen sampah
yang dapat terangkut ke tempat pembuangan akhir, sisanya terbuang sembarangan.
Bertambahnya jumlah produksi sampah yang siginifikan ini dipengaruhi oleh
perkembangan kota yang sangat pesat dari sisi jumlah penduduk hingga aktivitas
ekonomi, sebagian besar produksi sampah yang paling banyak disumbangkan oleh
wilayah perkotaan, hal ini dikarenakan kota memiliki skala ativitas yang lebih
besar bila di bandingan wilayah pedesaan. Pengelolaan persampahan menjadi
sangat serius di perkotaan akibat kompleksnya permasalahan yang dihadapi dan
kepadatan penduduk yang tinggi, sehingga pengelolaan persampahanharus
diprioritaskan penanganannya di daerah perkotaan (Moersid, 2004).