10. Penanganan & Pengelolaan Persampahan
Penanganan &

Penulis :

V. V. Octovianus Nafurbenan

Murshal Manaf

Rudi Latif                                                    Syafri

Harga : Rp 40.000


Jumlah Halaman : 58
Penerbit : Chakti Pustaka
Tanggal Terbit : 2022
Berat : 0.35 kg
ISBN :XXXX-XXXX-XXXX
Panjang : 23.0 cm

Lebar : 15.5 cm
Bahasa Indonesia


ISBN : 000-000-00000

Editor :

Aslam Jumain

Desain Sampul dan Tata Letak

Tim Desain Chakti Pustaka Indonesia

Penerbit :

Chakti Pustaka Indonesia

Redaksi :

PT. Chakti Pustaka Indonesia

Jl Ir Sutami Ruko Villa Mutiara Indah

E-Mail : info@chaktipustaka.com
Website : www.chaktipustaka.com

Sinopsis Buku

Kawasan perkotaan sebagai  pusat aktivitas manusia memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang bermukim di pedesaan dan di sekitar perkotaan tersebut, sehingga sebagian banyak orang termotivasi untuk datang dan menetap. Dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk di kota maka akan menimbulkan berbagai permasalahan yang multidimensi, salah satunya adalah permasalahan lingkungan dan persampahan.

 Sampah adalah limbah atau buangan yang bersifat padat, setengah padat yang merupakan hasil sampingan dari kegiatan perkotaan atau siklus kehidupan manusia, hewan maupun tumbuh-tumbuhan (Kodoatie, 2013). Menurut Standar Nasional Indonesia (SNI) Nomor T-13-1990, yang dimaksud dengan sampah adalah limbah yang bersifat padat terdiri dari zat organik dan anorganik yang dianggap tidak berguna lagi dan harus dikelola agar tidak membahayakan lingkungan dan melindungi investasi bangunan.

Pada tahun 2014 jumlah produksi sampah indonesia mencapai 175.000 ton/hari atau 0,7 kg/orang sedangkan pada tahun 2019 produksi sampah di Indonesia telah menyentuh 67,1 juta ton sampah per-tahun, hal ini lantas menjadikan Indonesia sebagai negara kedua terbesar di dunia setelah cina dalam persoalan memproduksi sampah. Sebagian besar sampah yang dihasilkan saat ini berasal dari sampah rumah tangga hingga kegiatan usaha, bahkan diperkirakan hanya 40 hingga 60 persen sampah yang dapat terangkut ke tempat pembuangan akhir, sisanya terbuang sembarangan. Bertambahnya jumlah produksi sampah yang siginifikan ini dipengaruhi oleh perkembangan kota yang sangat pesat dari sisi jumlah penduduk hingga aktivitas ekonomi, sebagian besar produksi sampah yang paling banyak disumbangkan oleh wilayah perkotaan, hal ini dikarenakan kota memiliki skala ativitas yang lebih besar bila di bandingan wilayah pedesaan. Pengelolaan persampahan menjadi sangat serius di perkotaan akibat kompleksnya permasalahan yang dihadapi dan kepadatan penduduk yang tinggi, sehingga pengelolaan persampahan harus diprioritaskan penanganannya di daerah perkotaan (Moersid, 2004).