16. Evaluasi Kebijakan Reformasi Birokrasi Militer
14

Penulis :

Hasdiyanto Hafied

Andi Rasyid Pananrangi

Imran Ismail

Harga : Rp 50.000


Jumlah Halaman : 115
Penerbit : Chakti Pustaka Indonesia
Tanggal Terbit : 2022
Berat : 0.35 kg
ISBN :XXXX-XXXX-XXXX
Panjang : 23.0 cm
Lebar : 15.5 cm
Bahasa Indonesia


ISBN : 000-000-00000

Editor :

Syamsul Bahri, Zulkifli Maulana, Annisa

Desain Sampul dan Tata Letak

Tim Desain Chakti Pustaka Indonesia

Penerbit :

Chakti Pustaka Indonesia

Redaksi :

PT. Chakti Pustaka Indonesia

Jl Ir Sutami Ruko Villa Mutiara Indah

E-Mail : info@chaktipustaka.com
Website : www.chaktipustaka.com

Sinopsis Buku

Kajian tentang organisasi militer mempunyai keunikan dibandingkan organisasi lainnya. Keunikannya terletak pada latar belakang terbentuknya organisasi tersebut. Sejarah awal terbentuknya organisasi militer, berasal dari sekelompok kelas sosial pada masyarakat pemburu yan memiliki kekuatan fisik dan keahlian menggunakan senjata untuk berburu serta mempertahankan diri. Sejalan dengan meninghatnya peradaban, maka kelompok sosial tersebut memiliki, dan diberikan oleh masyarakat melalui kontrak sosial, kewajiban serta kekuasaan untuk menjaga suku, desa, kerajaan atau negeri dari serangan kelompok lainnya (Keesing,1964).

Perkembangan peradaban pula yang menjadikan kelas masyarakat tersebut semakin memilih bentuk yang lebih rapih dan teratur. Kerapihan dan keteraturan organisasi militer dilakukan pada beberapa bidang seperti pengaturan hubungan antar anggota organisasi (hubungan atasan danbawahan), administratif pembagian harta rampasan perang, serta bayaran atas masa kerja (saat ini dinamakan gaji) dan pola penentuan pemimpin dalam organisasi. Dalam sejarah, Bangsa Romawi merupakan bangsa yang dikenal memiliki organisasi militer terkuat, terbaik, teratur dan terdisiplin dibandingkan bangsa lain pada masanya.

Tingkat kedisiplinan yang tinggi dari militer Romawi merupakan buah dari kepemimpinan yang baik. Oleh hal kepemimpinan diorganisasi militer bangsa tersebut yang berjalan dengan baik dan mengihuti aturan yang telah ditetapkan, Imperium Romawi menguasai banyak negeri yang terbentang dari Eropa, Afrika daerah Mediterania dan Asia Tengah selama kurangl ebih 1000 tahun. Hal ini merupakan sebuah bukti bahwa betapa kepemimpinan yang baik, akan memperkuat organisasi dan pada akhirnya membantuk keberadaan dan serta pertumbuhan organisasi. Militer dimanapun berada, memiliki sejumlah atribut yang seragam. Dalam hal kepemimpinan mereka memiliki karakteristik yang sama. Sesungguhnya, tidak terdapat perbedaan yang hakiki antara kepemimpinan militer disuatu Negara dengan Negara lainnya. Kepemimpinan militer itu sendiri dimulai dari penentuan sejumlah nilai. Nilai akan menghasilkan sejumlah prinsip. Prinsip ini pada akhirnya menghasilkan dan membentuk kepemimpinan dan atau gaya kepemimpinan. Kepemimpinan militer di suatu negara akan mempunyai keselarasan dengan falsafah dan ideology berbangsa dan bernegara yang dianut oleh bangsa tersebut.

Organisasi militer memiliki nilai yang berlaku umum. Nilai-nilai ini diangkat dari beberapa persamaan mendasar yang dapat ditemukan dari seluruh militer yang ada diseluruh negara. Nilai-nilai yang berlaku univercal ini dianggap bebas nilai dari pengaruh falsafah yang dianut suatu bangsa ataupun pandangan politis sesaat. Adapun nilai-nilai tersebut adalah: (1) Loyalty, (2) Duty,                             (3) Respect, (4) Selfless-Service,(5) Honour, (6).Integrif, dan (7) Personalcourage. (Soemanagora,2003: 21).