17. Manajemen Kinerja Perbankan
15

Penulis :

Tri Widi Anggoro

Lukman Setiawan

Haeruddin Saleh

Harga : Rp 45.000


Jumlah Halaman : 66
Penerbit : Chakti Pustaka Indonesia
Tanggal Terbit : 2022
Berat : 0.35 kg
ISBN :XXXX-XXXX-XXXX
Panjang : 23.0 cm
Lebar : 15.5 cm
Bahasa Indonesia


ISBN : 000-000-00000

Editor :

Hasanuddin Remmang

Desain Sampul dan Tata Letak

Tim Desain Chakti Pustaka Indonesia

Penerbit :

Chakti Pustaka Indonesia

Redaksi :

PT. Chakti Pustaka Indonesia

Jl Ir Sutami Ruko Villa Mutiara Indah

E-Mail : info@chaktipustaka.com
Website : www.chaktipustaka.com

Sinopsis Buku

Bank merupakan suatu lembaga yang berperan sebagai perantara keuangan antara pihak-pihak yang memiliki dana dengan pihak-pihak yang memerlukan dana serta berbagai lembaga yang memperlancar aliran lalu lintas pembayaran. Berkembangnya kemajuan teknologi juga memberi pengaruh yang sangat besar dalam dunia persaingan dunia perbankan. Terutama pada organisasi perlayanan publik yang mana dituntut untuk melakukan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.

Bank merupakan salah satu bisnis perbankan yang merupakan bisnis kepercayaan sehingga faktor keamanan bagi nasabah dalam menyimpan dananya di bank merupakan suatu hal yang utama dan faktor ini menjadi andalan bagi Bank. Sehingga perbankan juga sedang berbenah untuk menghadapi persaingan ketat antar bank lainnya, dengan tujuan untuk untuk memperbaiki segala kekurangan, baik dari sumber daya manusia, teknologi, dan pelayanannya.

Penilaian atau pengukuran kinerja merupakan salah satu faktor penting dalam suatu bank. Pengukuran kinerja bank merupakan manajemen pencapaian kinerja. Pengukuran kinerja bank secara berkelanjutan akan memberi umpan balik, sehingga upaya perbaikan secara terus menerus akan mencapai keberhasilan di masa mendatang. Dengan catatan pencapaian indikator kinerja, suatu bank diharapkan dapat mengetahui prestasinya secara objektif dalam suatu periode waktu tertentu.

Penilaian kinerja pada suatu perusahaan atau organisasi merupakan proses pengukuran dalam mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan oleh sebuah perusahaan. Setiap manajemen perusahaan memerlukan suatu alat untuk mengukur kinerja perusahaannya untuk mengetahui seberapa baik performa perusahaan. Selain itu, pengukuran kinerja dalam suatu perusahaan menjadi semakin penting demi kelancaran dan kemajuan suatu perusahaan. Hal ini tak lain karena salah satu aspek pentingnya alat ukur kinerja perusahaan adalah bahwa alat ukur kinerja perusahaan dapat digunakan oleh pihak manajemen sebagai dasar untuk melakukan pengambilan keputusan dan mengevaluasi kinerja manajemen serta unit-unit terkait di lingkungan organisasi perusahaan.

Namun mengukur kinerja suatu perusahaan atau organisasi diperlukannya suatu keseimbangan antara pengukuran kinerja finansial dan non finansial yang berguna untuk membantu perusahaan dalam mengevaluasi kinerjanya secara keseluruhan. Sama halnya dengan perbankan yang perlu melakukan pengukuran kinerja. Hal ini mendorong Kaplan dan Norton (2000) untuk merancang suatu sistem pengukuran kinerja yang lebih komprehensif yang disebut dengan balanced scorecard.

Gagasan untuk menyeimbangkan pengukuran aspek keuangan dan non keuangan melahirkan apa yang dinamakan balanced scorecard. Menjadi lebih dari sekedar gabungan dari finansal dan non finansial yang dikelompokkan menjadi empat perspektif. Sehingga apabila perusahaan akan melakukan pelipat gandakan kinerja maka fokus perhatian perusahaan akan ditujukan kepada peningkatan kinerja non finansial. Balanced Scorecard merupakan strategi bisnis yang diterapkan agar dapat dilaksanakan dan dapat mengukur keberhasilan organisasi. Dengan demikian Balanced Scorecard dapat digunakan sebagai alat untuk mengimplementasikan strategi.