Penulis :
Tri Widi Anggoro
Lukman Setiawan
Haeruddin Saleh
Harga : Rp 45.000
Penerbit : Chakti Pustaka Indonesia
Tanggal Terbit : 2022
Berat : 0.35 kg
ISBN :XXXX-XXXX-XXXX
Panjang : 23.0 cm
Lebar : 15.5 cm
Bahasa Indonesia
ISBN : 000-000-00000
Editor :
Hasanuddin Remmang
Desain Sampul dan Tata Letak
Tim Desain Chakti Pustaka Indonesia
Penerbit :
Chakti Pustaka Indonesia
Redaksi :
PT. Chakti Pustaka Indonesia
Jl Ir Sutami Ruko Villa Mutiara Indah
E-Mail : info@chaktipustaka.com
Website : www.chaktipustaka.com
Sinopsis Buku
Bank merupakan suatu
lembaga yang berperan sebagai perantara keuangan antara pihak-pihak yang
memiliki dana dengan pihak-pihak yang memerlukan dana serta berbagai lembaga
yang memperlancar aliran lalu lintas pembayaran. Berkembangnya kemajuan
teknologi juga memberi pengaruh yang sangat besar dalam dunia persaingan dunia
perbankan. Terutama pada organisasi perlayanan publik yang mana dituntut untuk
melakukan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.
Bank merupakan salah
satu bisnis perbankan yang merupakan bisnis kepercayaan sehingga faktor
keamanan bagi nasabah dalam menyimpan dananya di bank merupakan suatu hal yang
utama dan faktor ini menjadi andalan bagi Bank. Sehingga perbankan juga sedang
berbenah untuk menghadapi persaingan ketat antar bank lainnya, dengan tujuan
untuk untuk memperbaiki segala kekurangan, baik dari sumber daya manusia,
teknologi, dan pelayanannya.
Penilaian atau pengukuran
kinerja merupakan salah satu faktor penting dalam suatu bank. Pengukuran
kinerja bank merupakan manajemen pencapaian kinerja. Pengukuran kinerja bank
secara berkelanjutan akan memberi umpan balik, sehingga upaya perbaikan secara
terus menerus akan mencapai keberhasilan di masa mendatang. Dengan catatan
pencapaian indikator kinerja, suatu bank diharapkan dapat mengetahui
prestasinya secara objektif dalam suatu periode waktu tertentu.
Penilaian kinerja
pada suatu perusahaan atau organisasi merupakan proses pengukuran dalam
mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan oleh sebuah perusahaan. Setiap
manajemen perusahaan memerlukan suatu alat untuk mengukur kinerja perusahaannya
untuk mengetahui seberapa baik performa perusahaan. Selain itu, pengukuran kinerja
dalam suatu perusahaan menjadi semakin penting demi kelancaran dan kemajuan
suatu perusahaan. Hal ini tak lain karena salah satu aspek pentingnya alat ukur
kinerja perusahaan adalah bahwa alat ukur kinerja perusahaan dapat digunakan
oleh pihak manajemen sebagai dasar untuk melakukan pengambilan keputusan dan
mengevaluasi kinerja manajemen serta unit-unit terkait di lingkungan organisasi
perusahaan.
Namun mengukur
kinerja suatu perusahaan atau organisasi diperlukannya suatu keseimbangan
antara pengukuran kinerja finansial dan non finansial yang berguna untuk
membantu perusahaan dalam mengevaluasi kinerjanya secara keseluruhan. Sama
halnya dengan perbankan yang perlu melakukan pengukuran kinerja. Hal ini
mendorong Kaplan dan Norton (2000) untuk merancang suatu sistem pengukuran
kinerja yang lebih komprehensif yang disebut dengan balanced scorecard.
Gagasan
untuk menyeimbangkan pengukuran aspek keuangan dan non keuangan melahirkan apa
yang dinamakan balanced scorecard. Menjadi lebih dari sekedar gabungan dari
finansal dan non finansial yang dikelompokkan menjadi empat perspektif.
Sehingga apabila perusahaan akan melakukan pelipat gandakan kinerja maka fokus
perhatian perusahaan akan ditujukan kepada peningkatan kinerja non finansial. Balanced
Scorecard merupakan strategi bisnis yang diterapkan agar dapat dilaksanakan
dan dapat mengukur keberhasilan organisasi. Dengan demikian Balanced
Scorecard dapat digunakan sebagai alat untuk mengimplementasikan strategi.