78. Dinamika Perkembangan Sektor Pertambangan dan Kawasan Permukiman
16

Penulis :
Emelda Hatta
Murshal Manaf
Ilham Alimuddin
Syafri

Harga : Rp 104.000


Jumlah Halaman : 104
Penerbit : Chakti Pustaka Indonesia
Tanggal Terbit : 2023
Berat : 0.35 kg
ISBN :XXXX-XXXX-XXXX
Panjang : 23.0 cm
Lebar : 15.5 cm
Bahasa Indonesia


ISBN : 000-000-00000

Editor :
Aslam Jumain

Desain Sampul dan Tata Letak

Tim Chakti Pustaka Indonesia

Penerbit :

Chakti Pustaka Indonesia

Redaksi :

PT. Chakti Pustaka Indonesia

Jl Ir Sutami Ruko Villa Mutiara Indah

E-Mail : info@chaktipustaka.com
Website : www.chaktipustaka.com

Sinopsis Buku

Kegiatan pertambangan baik pada zona pertambangan terbuka maupun pada zona pertambangan bersyarat akan menimbulkan dampak terhadap: a. Lingkungan fisik kawasan/dampak terhadap kondisi fisik (hidrooceanografi, geologi/geomorfologi), b. Lingkungan hayati/dampak ekologis (kawasan lindung, perikanan) c. Lingkungan sosial, ekonomi, dan budaya (wisata bahari, permukiman, alur pelayaran, infrastruktur).

Kabupaten Luwu Timur memiliki sumber daya alam dan tempat beroperasinya sebuah perusahaan multinasional dan lokal, yang bergerak di bidang pertambangan. Keberadaan perusahaan tambang nikel multinasional PT. Vale, Tbk menjadikan kawasan pertambangan Sorowako sebagai salah satu pusat pertumbuhan yang pesat perkembangannya. Kawasan ini ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Nasional karena memiliki sumber daya alam strategis nasional berupa sumber daya mineral Nikel yang keberadaannya mampu mendukung pertumbuhan perekonomian nasional khusunya pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Luwu Timur. Francois Perroux seorang ahli ekonomi perancis menguraikan teori kutub pertumbuhannya (Growth pole) dengan memberikan dasar pemikiran bahwa suatu tempat merupakan suatu kutub pertumbuhan apabila di tempat tersebut terdapat industri kunci yang memainkan peranan sebagai pendorong yang dinamik karena industri tersebut mempunyai kemampuan untuk melakukan inovasi. Suatu kutub pertumbuhan dapat merupakan pula suatu kompleks industri, yang berkelompok disekitar industri kunci. Industri kunci adalah industri yang mempunyai dampak berantai ke depan (forward linkage) yang kuat. (Rahardjo, 2004:53-64).