145. Teknologi Budidaya Tanaman Kedelai

Penulis :

Dr. Ir. Zulkifli Maulana, M.P.

Harga : Rp. 66.000


Jumlah Halaman : 145
Penerbit : Chakti Pustaka Indonesia
Tanggal Terbit : 2024
Berat : 0.35 kg
ISBN :XXXX-XXXX-XXXX
Panjang : 23.0 cm
Lebar : 15.5 cm
Bahasa Indonesia


ISBN : 000-000-00000

Editor :
Samsul Bahri, S.H., M.H.

Desain Sampul dan Tata Letak

Tim Chakti Pustaka Indonesia

Penerbit :

Chakti Pustaka Indonesia

Redaksi :

PT. Chakti Pustaka Indonesia

Jl Ir Sutami Ruko Villa Mutiara Indah

E-Mail : info@chaktipustaka.com
Website : www.chaktipustaka.com

Sinopsis Buku

Konsumsi kedelai oleh masyarakat Indonesia akan terus mengalami peningkatan seiring bertambahnya jumlah penduduk dan meningkatnya kualitas makanan pada setiap tahunnya (Irwan & Nurmala, 2018). Menurut FAO (2022), produksi kedelai di Indonesia pada tahun 2019 adalah 940 ribu ton, kemudian pada tahun 2020 produksi kedelai mengalami peningkatan menjadi 1,040 juta ton. Sementara itu, kebutuhan kedelai nasional mencapai 3,5 juta ton per tahun. Dengan demikian Indonesia masih kekurangan 2,56 juta ton setiap tahunnya (Wuye, 2016). Kekurangan tersebut kemudian terpaksa dipenuhi oleh Pemerintah Indonesia melalui impor pada tahun 2019, sebesar 2,67 juta ton dimana 1,51 juta ton (95%) berasal dari Amerika Serikat (Sayaka et al., 2021).  

Faktor lain yang menyebabkan rendahnya produksi kedelai berkaitan dengan rendahnya laju fotosintesis, karena  intensitas radiasi yang tinggi di daerah tropis menyebabkan tingginya laju fotorespirasi, terutama bagi tanaman kelompok C seperti kedalai, maka rendahnya produksi dan produktivitas tidak terlepas dari daur karbon dioksida (CO) pada fotosintesis. Umumnya kelompok tanaman C mempunyai tingkat fotosintesis bersih lebih rendah dibandingkan dengan kelompok tanaman C. Rendahnya tingkat fotosintesis bersih kelompok tanaman C, disebabkan karena ketatnya persaingan antara CO₂ dan O₂ dalam memanfaatkan ribulosa bisfosfat (RuBP) Pemanfaatan RuBP oleh oksigen dengan bantuan enzim rubisco mengakibatkan pelepasan CO; kembali ke atmosfir dan laju fiksasi CO₂ pada fotosintesis menurun dan secara tidak langsung akan menurunkan produksi dan produktivitas tanaman.