55. Pembangunan Instalasi Pengelolaan Limbah (IPAL) Berbasis Peran Serta Masyarakat
Cover_Pembangunan Instalasi

Penulis :
Dharmawati Ika Tirta
Rudi Latief
Syafri

Harga : Rp 65.000


Jumlah Halaman : 66
Penerbit : Chakti Pustaka Indonesia
Tanggal Terbit : 2023
Berat : 0.35 kg
ISBN :XXXX-XXXX-XXXX
Panjang : 23.0 cm
Lebar : 15.5 cm
Bahasa Indonesia


ISBN : 000-000-00000

Editor :
Andi Muhibuddin
Aslam Jumain

Desain Sampul dan Tata Letak

Tim Chakti Pustaka Indonesia

Penerbit :

Chakti Pustaka Indonesia

Redaksi :

PT. Chakti Pustaka Indonesia

Jl Ir Sutami Ruko Villa Mutiara Indah

E-Mail : info@chaktipustaka.com
Website : www.chaktipustaka.com

Sinopsis Buku

Berdasarkan data dan riset oleh Badan Pusat Statistik pada tahun 2020 mengenai sanitasi masih terdapat penduduk yang tidak memiliki akses sanitasi yang layak,  25 juta penduduk yang masih membuang air besar di sembarang tempat terbuka dan/atau pembuangan air besar yang tidak tersambung dengan unit penampungan tinja. Target peningkatan kualitas sanitasi ini masih jauh dari standar yang lebih baik, namun Indonesia telah mengalami peningkatan kualitas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya sejak adanya rencana pembangunan jangka menengah nasional yaitu pada tahun periode 2020-2024.

 Salah satu penyumbang terbesar terhadap pencemaran air laut adalah wilayah permukiman kota di Indonesia. Contoh kasus yang diambil dari bahan  kajian  yang  dilakukan  oleh  Perum  Jasa  Tirta  awal  tahun  2000   di Kali Mas Surabaya, menyebutkan   bahwa   sumber   pencemaran   terbesar   berasal   dari   limbah   cair   domestik   yang   memberikan kontribusi pencemaran sebesar 87%, kemudian sisanya sebesar 13% berasal dari limbah cair industri (Fakhrizal, 2004).

Limbah domestik yaitu air limbah yang berasal dari aktivitas sehari-hari seperti kegiatan kerumahtanggaan, meliputi mandi, cuci, kakus yang berasal dari permukiman dan atau sumber lainnya seperti rumah makan, perkantoran, perniagaan, hotel, apartemen, asrama, rumah sakit dan industri. Pengelolaan limbah domestik sangat penting dilakukan dalam menjaga kesehatan dan kelestarian lingkungan sehingga berdampak juga pada pengontrolan pembuangan air limbah domestik, kualitas air tanah dan air permukaan menjadi lebih baik dan dapat meningkatkan upaya pelestarian fungsi lingkungan hidup khususnya sumber daya air.
Air limbah sisa dari kegiatan rumah tangga, seperti air buangan dari kamar mandi maupun tempat mencuci lainnya yang langsung dibuang ke selokan (drainase) di sekitar rumahnya tanpa melakukan pengelolaan awal terlebih dahulu, tanpa mereka sadari bahaya dari limbah tersebut karena air bekas cucian, air limbah kamar mandi dan air limbah dapur dikategorikan sebagai limbah yang mengandung sabun dan mikroorganisme yang sangat berbahaya bagi kesehatan jika mencemari sumber air bersih. Selain itu buangan eksreta, yaitu tinja dan urine manusia dipandang berbahaya karena dapat menjadi media penyebaran utama bagi penyakit bawaan air.