Penulis :
Dharmawati Ika Tirta
Rudi Latief
Syafri
Harga : Rp 65.000
Penerbit : Chakti Pustaka Indonesia
Tanggal Terbit : 2023
Berat : 0.35 kg
ISBN :XXXX-XXXX-XXXX
Panjang : 23.0 cm
Lebar : 15.5 cm
Bahasa Indonesia
ISBN : 000-000-00000
Editor :
Andi Muhibuddin
Aslam Jumain
Desain Sampul dan Tata Letak
Tim Chakti Pustaka Indonesia
Penerbit :
Chakti Pustaka Indonesia
Redaksi :
PT. Chakti Pustaka Indonesia
Jl Ir Sutami Ruko Villa Mutiara Indah
E-Mail : info@chaktipustaka.com
Website : www.chaktipustaka.com
Sinopsis Buku
Berdasarkan data dan riset oleh Badan Pusat
Statistik pada tahun 2020 mengenai sanitasi masih terdapat penduduk yang tidak
memiliki akses sanitasi yang layak, 25
juta penduduk yang masih membuang air besar di sembarang tempat terbuka
dan/atau pembuangan air besar yang tidak tersambung dengan unit penampungan
tinja. Target peningkatan kualitas sanitasi ini masih jauh dari standar yang
lebih baik, namun Indonesia telah mengalami peningkatan kualitas dibandingkan
tahun-tahun sebelumnya sejak adanya rencana pembangunan jangka menengah
nasional yaitu pada tahun periode 2020-2024.
Salah
satu penyumbang terbesar terhadap pencemaran air laut adalah wilayah permukiman
kota di Indonesia. Contoh kasus yang diambil dari bahan kajian
yang dilakukan oleh
Perum Jasa Tirta
awal tahun 2000
di Kali Mas Surabaya, menyebutkan
bahwa sumber pencemaran
terbesar berasal dari
limbah cair domestik
yang memberikan kontribusi
pencemaran sebesar 87%, kemudian sisanya sebesar 13% berasal dari limbah cair
industri (Fakhrizal, 2004).
Limbah domestik yaitu air limbah yang berasal
dari aktivitas sehari-hari seperti kegiatan kerumahtanggaan, meliputi mandi,
cuci, kakus yang berasal dari permukiman dan atau sumber lainnya seperti rumah
makan, perkantoran, perniagaan, hotel, apartemen, asrama, rumah sakit dan
industri. Pengelolaan limbah domestik sangat penting dilakukan dalam menjaga
kesehatan dan kelestarian lingkungan sehingga berdampak juga pada pengontrolan
pembuangan air limbah domestik, kualitas air tanah dan air permukaan menjadi
lebih baik dan dapat meningkatkan upaya pelestarian fungsi lingkungan hidup
khususnya sumber daya air.
Air limbah sisa dari kegiatan rumah tangga,
seperti air buangan dari kamar mandi maupun tempat mencuci lainnya yang
langsung dibuang ke selokan (drainase) di sekitar rumahnya tanpa melakukan
pengelolaan awal terlebih dahulu, tanpa mereka sadari bahaya dari limbah
tersebut karena air bekas cucian, air limbah kamar mandi dan air limbah dapur
dikategorikan sebagai limbah yang mengandung sabun dan mikroorganisme yang
sangat berbahaya bagi kesehatan jika mencemari sumber air bersih. Selain itu
buangan eksreta, yaitu tinja dan urine manusia dipandang berbahaya karena dapat
menjadi media penyebaran utama bagi penyakit bawaan air.