85. Manual Pembuatan dan Penggunaan Media Hologram 3D
26

Penulis :
Andi Kaharuddin
Nurdin Arsyad
Asdar

Harga : Rp 66.000


Jumlah Halaman : 66
Penerbit : Chakti Pustaka Indonesia
Tanggal Terbit : 2023
Berat : 0.35 kg
ISBN :XXXX-XXXX-XXXX
Panjang : 23.0 cm
Lebar : 15.5 cm
Bahasa Indonesia


ISBN : 000-000-00000

Editor :
Baso Madiong

Desain Sampul dan Tata Letak

Tim Chakti Pustaka Indonesia

Penerbit :

Chakti Pustaka Indonesia

Redaksi :

PT. Chakti Pustaka Indonesia

Jl Ir Sutami Ruko Villa Mutiara Indah

E-Mail : info@chaktipustaka.com
Website : www.chaktipustaka.com

Sinopsis Buku

Geometri merupakan salah satu sistem dalam matematika yang diawali oleh sebuah konsep pangkal, yakni titik. Titik kemudian digunakan untuk membentuk garis dan garis akan menyusun sebuah bidang. Pada bidang akan dapat mengonstruksi macam-macam bangun datar hingga bangun ruang. Membangun konsep geometri pada anak dimulai dengan mengidentifikasi bentuk-bentuk, menyelidiki bangunan dan memisahkan gambar-gambar biasa, seperti segi empat, lingkaran, dan segitiga (Budiarto & Artiono, 2019; Mulligan, 2015). Belajar konsep letak, seperti di bawah, di atas, kanan, kiri meletakkan dasar awal memahami geometri. Konsep geometri berkaitan dengan ide-ide dasar yang selalu berkaitan dengan titik, garis, bidang, permukaan, dan ruang.

Materi pelajaran matematika relatif berbeda sehingga membutuhkan proses pembelajaran yang berbeda pula untuk menyampaikannya (Riayah & Fakhriyana, 2021; Setiawan et al., 2019). Begitu juga dengan konsep geometri yang bersifat abstrak dan tidak kasat mata, dapat diwujudkan melalui cara semi konkret ataupun konkret dalam pembelajaran. Pembelajaran topik geometri harus dimulai dengan cara sederhana dari konkret ke abstrak, dari segi inuitif ke analisis, dari eksplorasi ke penguasaan dalam jangka Panjang (Cumino et al., 2021; Jones & Tzekaki, 2016; Louis et al., 2019). Pengamatan yang dilakukan Van Hiele menemukan bahwa anak-anak belajar geometri melalui beberapa tahap yaitu: pengenalan, analisis, pengurutan, deduksi dan akurasi. Gabungan dari waktu ke waktu, materi pelajaran, dan metode pengajaran yang dipakai untuk tahap tertentu akan meningkatkan kemampuan berpikir peserta didik kepada tahap yang lebih tinggi (Alex & Mammen, 2016; Haviger & Vojkůvková, 2015; Nopriana, 2014)

Pengajaran geometri dapat membantu peserta didik untuk mengembangkan kemampuan penalaran, oleh karena itu geometri timbul dan berkembang karena proses berpikir (Jo et al., 2017; Lowrie et al., 2019; Mumma, 2012). Terlaksananya pengajaran geometri dengan baik oleh guru akan berdampak kepada hasil belajar dan kemampuan penalaran peserta didik.